Sertifikat Wajib Pelaut: Daftar Lengkap Sertifikat Wajib (BST, SCRB, MEFA, dll.) untuk Karir Maritim Anda
Apakah Anda bercita-cita untuk berkarir di dunia maritim? Jika ya, memahami sertifikat wajib pelaut adalah langkah pertama yang krusial. Dunia pelayaran internasional diatur oleh standar ketat yang bertujuan untuk memastikan keselamatan di laut, perlindungan lingkungan, dan efisiensi operasional. Oleh karena itu, setiap pelaut diwajibkan memiliki serangkaian sertifikat yang membuktikan kompetensi dan kualifikasi mereka dalam berbagai aspek pekerjaan di kapal. Tanpa sertifikat yang relevan, pintu menuju banyak peluang karir di laut akan tertutup rapat. Artikel ini akan membahas secara mendalam daftar lengkap sertifikat wajib pelaut yang paling umum dan esensial, menjelaskan fungsi masing-masing, dan memberikan informasi mengenai di mana Anda bisa mendapatkannya.
Mengapa Sertifikat Wajib Pelaut Begitu Penting?
Pentingnya sertifikat wajib pelaut tidak bisa diremehkan. Pertama-tama, sertifikat ini adalah bukti konkret bahwa seorang pelaut telah menerima pelatihan yang memadai dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya dengan aman dan efektif. Kedua, sertifikat ini merupakan persyaratan hukum dan regulasi yang ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) melalui konvensi seperti International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW). Konvensi STCW, yang secara rutin diperbarui (saat ini versi amandemen Manila 2010), memastikan bahwa semua pelaut memiliki standar pelatihan dan sertifikasi yang seragam secara global, memfasilitasi mobilitas tenaga kerja maritim dan meningkatkan keselamatan di laut.
Selanjutnya, keberadaan sertifikat ini juga melindungi pelaut itu sendiri. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan sertifikasi, pelaut akan lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat di laut, mulai dari kebakaran hingga evakuasi. Selain itu, sertifikat yang lengkap dan valid menunjukkan profesionalisme seorang pelaut, yang pada gilirannya dapat meningkatkan peluang kerja dan kemajuan karir. Jadi, untuk membangun karir yang sukses dan aman di laut, menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk memperoleh sertifikat wajib pelaut adalah suatu keharusan.
Daftar Lengkap Sertifikat Wajib Pelaut Esensial
Mari kita selami lebih dalam setiap sertifikat wajib pelaut yang paling fundamental:
1. Basic Safety Training (BST)
Sertifikat Basic Safety Training (BST) adalah fondasi utama bagi setiap pelaut. Ini adalah pelatihan dasar yang wajib dimiliki oleh semua orang yang akan bekerja di kapal, tanpa terkecuali. Tujuannya adalah untuk membekali pelaut dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menghadapi situasi darurat di laut dan mencegah kecelakaan.
- Fungsi BST: Pelatihan BST mencakup empat modul utama yang sangat penting:
- Personal Survival Techniques (PST): Melatih pelaut tentang cara bertahan hidup di laut jika terjadi keadaan darurat, termasuk penggunaan perangkat keselamatan seperti jaket pelampung dan sekoci penyelamat, serta teknik bertahan hidup di air.
- Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF): Mengajarkan pelaut tentang pencegahan kebakaran di kapal, penggunaan alat pemadam api, dan prosedur pemadaman kebakaran awal. Ini juga mencakup cara merespons alarm kebakaran dan evakuasi.
- Elementary First Aid (EFA): Memberikan pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan atau sakit di kapal, termasuk penanganan luka, syok, dan kondisi medis umum lainnya.
- Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR): Membekali pelaut dengan pemahaman tentang keselamatan kerja, hak dan kewajiban pelaut, komunikasi efektif, serta pentingnya menjaga lingkungan laut dan hidup berdampingan secara harmonis di atas kapal.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan BST diselenggarakan oleh lembaga pelatihan maritim yang diakui oleh pemerintah dan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Di Indonesia, beberapa contoh lembaga yang menyediakan pelatihan BST antara lain:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan (P&P) Maritim
- Berbagai lembaga kursus dan pelatihan swasta yang terakreditasi.

2. Survival Craft and Rescue Boats (SCRB) – (Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats)
Setelah BST, sertifikat Survival Craft and Rescue Boats (SCRB) adalah langkah berikutnya yang penting. Sertifikat ini sering disebut juga sebagai “Proficiency in Survival Craft and Rescue Boats” atau “Competence in Survival Craft, Rescue Boats and Fast Rescue Boats”. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan dan pengelolaan sekoci penyelamat serta perahu penyelamat lainnya di kapal.
- Fungsi SCRB: Tujuan utama pelatihan SCRB adalah memastikan bahwa pelaut memiliki kemampuan untuk mengambil komando dan mengoperasikan sekoci penyelamat dan perahu penyelamat lainnya selama atau setelah evakuasi. Ini mencakup:
- Prosedur peluncuran dan pengambilan kembali sekoci.
- Teknik mengemudi sekoci dan perahu penyelamat.
- Penggunaan peralatan komunikasi darurat.
- Penanganan korban dan perawatan dasar di sekoci.
- Prosedur penyelamatan dan pencarian di laut. Pelatihan ini sangat praktis dan melibatkan simulasi nyata untuk mempersiapkan pelaut menghadapi situasi darurat di mana evakuasi kapal mungkin diperlukan.
- Di Mana Mendapatkannya: Sama seperti BST, pelatihan SCRB juga diselenggarakan oleh lembaga pelatihan maritim yang terakreditasi dan diakui oleh pemerintah. Beberapa instansi yang menawarkan pelatihan ini termasuk:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Lembaga pelatihan maritim swasta yang berlisensi.
3. Medical First Aid (MFA) – (Medical First Aid)
Sertifikat Medical First Aid (MFA) adalah kelanjutan dari Elementary First Aid (EFA) yang didapatkan dalam BST. Sertifikat ini memberikan pelatihan yang lebih mendalam mengenai pertolongan pertama medis di kapal.
- Fungsi MFA: Tujuan utama MFA adalah membekali pelaut, terutama perwira, dengan keterampilan yang lebih maju dalam menangani cedera dan penyakit serius di laut, di mana akses ke fasilitas medis profesional mungkin terbatas. Materi pelatihan mencakup:
- Penilaian kondisi pasien yang lebih komprehensif.
- Penanganan cedera traumatis seperti patah tulang, luka bakar, dan pendarahan hebat.
- Penanganan kasus medis darurat seperti serangan jantung, stroke, dan reaksi alergi parah.
- Penggunaan peralatan medis dasar di kapal.
- Persiapan pasien untuk evakuasi medis atau transfer ke fasilitas medis di darat. Sertifikat ini sangat penting untuk memastikan bahwa ada personel di kapal yang mampu memberikan perawatan medis segera dan efektif sebelum bantuan medis profesional dapat diakses.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan MFA ditawarkan oleh lembaga pelatihan maritim yang memiliki fasilitas dan instruktur yang berkualitas untuk mengajarkan keterampilan medis. Ini termasuk:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Beberapa penyedia pelatihan swasta yang memiliki akreditasi dari Kementerian Perhubungan.
4. Advanced Fire Fighting (AFF)
Sertifikat Advanced Fire Fighting (AFF) adalah kelanjutan dari modul Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF) dalam BST. Pelatihan ini memberikan keterampilan yang lebih mendalam dan komprehensif dalam penanganan kebakaran di kapal.
- Fungsi AFF: AFF dirancang untuk mempersiapkan pelaut, khususnya perwira dan kru yang bertanggung jawab atas penanganan kebakaran, untuk memimpin dan mengendalikan operasi pemadaman kebakaran yang kompleks. Topik yang dibahas meliputi:
- Strategi dan taktik pemadaman kebakaran lanjutan.
- Penggunaan alat pemadam api khusus dan sistem pemadam otomatis.
- Penanganan kebakaran di berbagai jenis kompartemen kapal.
- Prosedur masuk ke area yang terbakar menggunakan alat bantu pernapasan (SCBA).
- Kepemimpinan dan koordinasi tim pemadam kebakaran.
- Penanganan bahan berbahaya terkait kebakaran. Pelatihan ini seringkali melibatkan simulasi kebakaran yang realistis untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan AFF diselenggarakan oleh lembaga pelatihan maritim yang memiliki fasilitas pemadam kebakaran yang memadai dan instruktur yang berpengalaman. Institusi yang menyediakan pelatihan ini antara lain:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan (P&P) Maritim
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Lembaga pelatihan swasta tertentu yang memiliki fasilitas khusus untuk pelatihan pemadam kebakaran tingkat lanjut.
5. Medical Care (MC)
Sertifikat Medical Care (MC) adalah tingkat tertinggi dalam pelatihan medis bagi pelaut, melampaui MFA. Ini ditujukan untuk perwira atau individu yang ditunjuk untuk menjadi petugas medis di kapal tanpa kehadiran dokter.
- Fungsi MC: Pelatihan MC memberikan pengetahuan dan keterampilan yang luas untuk memungkinkan seorang pelaut memberikan perawatan medis yang lebih komprehensif, mirip dengan apa yang dapat dilakukan oleh seorang perawat di darat. Ini termasuk:
- Diagnosa dan penanganan berbagai kondisi medis dan bedah.
- Pemberian obat-obatan.
- Prosedur perawatan luka dan infeksi yang lebih lanjut.
- Perawatan gigi darurat.
- Perencanaan evakuasi medis dan komunikasi dengan fasilitas medis di darat.
- Pengetahuan tentang hukum dan etika medis di laut. Sertifikat ini sangat penting untuk kapal yang berlayar jauh dari pantai atau di daerah terpencil di mana akses ke bantuan medis profesional mungkin memakan waktu berhari-hari.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan MC memerlukan fasilitas yang lebih khusus dan instruktur medis yang terlatih. Beberapa lembaga pelatihan maritim yang menyediakannya adalah:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Beberapa lembaga pelatihan swasta yang memiliki kemitraan dengan institusi medis atau rumah sakit untuk pelatihan praktis.
6. Ship Security Awareness (SSA)
Dalam konteks ancaman keamanan maritim yang terus berkembang, sertifikat Ship Security Awareness (SSA) menjadi semakin penting.
- Fungsi SSA: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran semua pelaut mengenai ancaman keamanan di laut, termasuk pembajakan, terorisme, dan sabotase. Pelaut akan diajarkan tentang:
- Peraturan dan prosedur keamanan kapal berdasarkan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.
- Mengenali tanda-tanda potensi ancaman keamanan.
- Prosedur respons terhadap insiden keamanan.
- Peran dan tanggung jawab individu dalam menjaga keamanan kapal.
- Komunikasi dan pelaporan insiden keamanan. Sertifikat ini memastikan bahwa setiap anggota kru memahami pentingnya keamanan dan peran mereka dalam melindung kapal dan personelnya.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan SSA biasanya singkat dan dapat diperoleh di hampir semua lembaga pelatihan maritim yang terakreditasi, termasuk:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Semua Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)
- Lembaga pelatihan swasta yang diakui oleh Kementerian Perhubungan.
7. Seafarers with Designated Security Duties (SDSD)
Bagi pelaut yang memiliki tugas keamanan spesifik di kapal, sertifikat Seafarers with Designated Security Duties (SDSD) adalah wajib.
- Fungsi SDSD: Pelatihan SDSD memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam kepada pelaut yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas keamanan tertentu di kapal. Ini mencakup:
- Pengembangan dan implementasi rencana keamanan kapal.
- Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan keamanan.
- Melaksanakan pengawasan dan patroli keamanan.
- Merespons ancaman keamanan tingkat lanjut.
- Melakukan inspeksi keamanan.
- Berkoordinasi dengan petugas keamanan kapal (SSO) dan otoritas keamanan pelabuhan. Sertifikat ini penting untuk memastikan bahwa ada individu yang terlatih secara khusus untuk menegakkan langkah-langkah keamanan di kapal.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan SDSD dapat diperoleh di lembaga pelatihan maritim yang terakreditasi yang juga menyediakan pelatihan SSA dan lainnya, seperti:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)
- Lembaga pelatihan swasta dengan fasilitas yang memadai untuk pelatihan keamanan.
8. Crowd Management (CM)
Sertifikat Crowd Management (CM) sangat penting bagi pelaut yang bekerja di kapal penumpang atau kapal dengan banyak orang di dalamnya, seperti kapal pesiar atau feri.
- Fungsi CM: Tujuan pelatihan CM adalah untuk membekali pelaut dengan keterampilan untuk mengelola keramaian penumpang secara efektif selama situasi normal dan darurat. Ini mencakup:
- Prosedur evakuasi penumpang.
- Teknik komunikasi dan pengendalian massa.
- Penanganan penumpang dengan kebutuhan khusus.
- Peran dan tanggung jawab dalam situasi darurat seperti kebakaran atau tabrakan.
- Memastikan penumpang sampai ke titik berkumpul dengan aman. Sertifikat ini krusial untuk memastikan keselamatan dan ketertiban di kapal penumpang.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan CM tersedia di lembaga pelatihan maritim yang memiliki simulasi atau fasilitas yang memungkinkan praktik manajemen keramaian. Contohnya:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)
- Beberapa lembaga pelatihan swasta yang khusus melayani industri kapal pesiar atau feri.
9. Crisis Management and Human Behaviour (CMHB)
Berbeda dengan Crowd Management yang berfokus pada penumpang, sertifikat Crisis Management and Human Behaviour (CMHB) lebih ditujukan kepada perwira dan kru yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola krisis dan memahami perilaku manusia di bawah tekanan.
- Fungsi CMHB: Pelatihan CMHB dirancang untuk mempersiapkan para pemimpin di kapal untuk menghadapi situasi krisis yang kompleks, tidak hanya terkait dengan keramaian, tetapi juga insiden lain yang dapat mempengaruhi kru dan kapal. Ini mencakup:
- Prinsip-prinsip manajemen krisis.
- Psikologi perilaku manusia dalam situasi darurat.
- Pengambilan keputusan di bawah tekanan.
- Komunikasi krisis dengan kru, penumpang, dan pihak luar.
- Kepemimpinan dan motivasi tim.
- Penanganan stres dan kelelahan pada kru. Sertifikat ini sangat penting untuk memastikan respons yang efektif dan terkoordinasi terhadap krisis, meminimalkan korban dan kerusakan.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan CMHB biasanya ditawarkan di lembaga pelatihan maritim tingkat tinggi yang menyediakan pelatihan kepemimpinan dan manajemen, seperti:
10. General Operator’s Certificate (GOC) for GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System)
Sertifikat General Operator’s Certificate (GOC) for GMDSS adalah wajib bagi setiap perwira dek atau siapa pun yang bertanggung jawab atas komunikasi radio di kapal.
- Fungsi GOC for GMDSS: GMDSS adalah sistem komunikasi internasional yang digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan penyelamatan di laut. Pelatihan GOC membekali pelaut dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengoperasikan semua peralatan komunikasi GMDSS, termasuk:
- Penggunaan radio VHF, MF/HF.
- Sistem satelit (Inmarsat, Iridium).
- Emergency Position Indicating Radio Beacons (EPIRBs).
- Search and Rescue Transponders (SARTs).
- Penerimaan informasi keselamatan maritim (MSI).
- Prosedur komunikasi maritim standar, termasuk transmisi dan penerimaan pesan marabahaya. Sertifikat ini memastikan bahwa kapal dapat berkomunikasi secara efektif dengan stasiun darat, kapal lain, dan pusat koordinasi penyelamatan selama situasi normal maupun darurat.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan GOC for GMDSS diselenggarakan oleh lembaga pelatihan maritim yang memiliki fasilitas laboratorium radio yang lengkap dan telah disetujui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) atau Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Contohnya:
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)
- Lembaga pelatihan swasta tertentu yang memiliki peralatan GMDSS yang memadai.
11. Ship Cook Certificate (SCC) / Certificate of Proficiency as Ship’s Cook
Bagi mereka yang bekerja sebagai koki di kapal, Ship Cook Certificate (SCC) atau Certificate of Proficiency as Ship’s Cook adalah persyaratan yang semakin penting, terutama di bawah amandemen Konvensi Tenaga Kerja Maritim (MLC) 2006.
- Fungsi SCC: Sertifikat ini memastikan bahwa juru masak di kapal memiliki kualifikasi yang memadai dalam hal:
- Kebersihan dan sanitasi makanan.
- Penyimpanan dan penanganan makanan yang aman.
- Nutrisi dan diet yang seimbang untuk pelaut.
- Pengelolaan persediaan makanan.
- Pencegahan penyakit bawaan makanan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan kru dengan menyediakan makanan yang aman, bergizi, dan higienis.
- Di Mana Mendapatkannya: Pelatihan SCC atau Proficiency as Ship’s Cook biasanya ditawarkan oleh lembaga pelatihan kuliner atau maritim yang memiliki program khusus untuk juru masak kapal. Ini mungkin termasuk:
- Beberapa Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) atau Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang memiliki departemen katering.
- Lembaga pelatihan kuliner swasta yang telah mengembangkan kurikulum sesuai dengan standar MLC 2006.
- Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs web International Labour Organization (ILO) terkait MLC 2006.
Proses Memperoleh Sertifikat Wajib Pelaut
Proses untuk memperoleh sertifikat wajib pelaut umumnya melibatkan beberapa langkah:
- Pendaftaran: Memilih lembaga pelatihan yang terakreditasi dan mendaftar untuk kursus yang diinginkan.
- Pelatihan: Mengikuti pelatihan yang komprehensif, yang meliputi teori di kelas dan praktik di fasilitas simulasi atau di lapangan. Durasi pelatihan bervariasi tergantung pada jenis sertifikat, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu.
- Ujian/Asesmen: Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti ujian tertulis dan/atau ujian praktik untuk menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka.
- Penerbitan Sertifikat: Jika berhasil melewati semua ujian, sertifikat akan diterbitkan oleh lembaga pelatihan dan disahkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut atau badan yang berwenang lainnya.
- Revalidasi: Penting untuk diingat bahwa sebagian besar sertifikat STCW memiliki masa berlaku tertentu (biasanya 5 tahun). Pelaut harus menjalani pelatihan penyegaran (refresher training) dan mengajukan revalidasi sebelum sertifikat mereka kedaluwarsa untuk menjaga validitasnya.
Pentingnya Memilih Lembaga Pelatihan yang Tepat untuk Sertifikat Wajib Pelaut
Memilih lembaga pelatihan yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan sertifikat wajib pelaut yang sah dan diakui secara internasional. Pastikan lembaga tersebut:
- Terakreditasi: Memiliki akreditasi resmi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
- Fasilitas Memadai: Memiliki fasilitas pelatihan yang memadai, termasuk simulator, peralatan keselamatan, dan instruktur yang berpengalaman dan bersertifikat.
- Kurikulum STCW: Menawarkan kurikulum yang sesuai dengan standar Konvensi STCW dan amandemen terbarunya (Amandemen Manila 2010).
Anda dapat memverifikasi akreditasi lembaga pelatihan melalui situs web resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI atau menghubungi mereka secara langsung.
Kesimpulan
Memiliki sertifikat wajib pelaut yang lengkap dan valid adalah prasyarat mutlak untuk berkarir di industri maritim yang sangat teregulasi. Sertifikat seperti BST, SCRB, MEFA, AFF, dan lainnya tidak hanya memenuhi persyaratan hukum dan standar internasional, tetapi juga membekali pelaut dengan pengetahuan dan keterampilan penting untuk menjaga keselamatan diri sendiri, rekan kerja, kapal, dan lingkungan laut. Dengan memahami fungsi setiap sertifikat dan mengetahui di mana mendapatkannya, Anda akan berada di jalur yang benar untuk membangun karir maritim yang sukses dan aman. Investasi waktu dan upaya dalam memperoleh sertifikasi ini adalah investasi terbaik untuk masa depan Anda di laut. Selalu pastikan sertifikat Anda diperbarui secara berkala dan terus tingkatkan kompetensi Anda untuk tetap relevan di industri yang dinamis ini.